Bagaimana Cara Membuat Bibit Jamur Anti Gagal?

Cara Membuat Bibit Jamur Tiram

Bagaimana Cara Membuat Bibit Jamur Anti Gagal?

Persiapan Bahan Baku

Bibit F2 merupakan bibit yang digunakan oleh petani jamur merang dalam budidaya. Pembuatan bibit F2 juga relatif sederhana dan bisa dilakukan oleh pemula seperti pada budidaya jamur truffle. Oleh karena itu, langkah awal dalam pembuatan bibit jamur tiram F2 adalah menyiapkan bahan bakunya. Beberapa bahan baku yang harus disiapkan antara lain sebagai berikut:

Serbuk gergaji sebanyak 2 kg, mula-mula serbuk diayak untuk dipisahkan dari kotorannya dan diambil bagian halusnya saja.
Setelah itu, rendam bedak dalam air bersih atau air steril selama 12-24 jam.
Dedak halus 0,5 kg dengan kualitas baik.
Biji-bijian bisa berasal dari biji jagung, sorgum atau padi sebanyak 0,5 kg.
Caco3 atau jeruk nipis sebanyak 2 sendok makan.
Air secukupnya.
Kertas dan karet gelang.
Bibit jamur F0 atau F1 kualitas baik.
Alkohol 70% dan alkohol 95% jika ada.

Persiapan Peralatan

Setelah bahan baku siap, langkah selanjutnya adalah menyiapkan alat pemupukan seperti cara budidaya jamur enoki di Indonesia. Beberapa alat yang harus Anda siapkan adalah sebagai berikut:

Botol kaca bening Anda bisa menggunakan botol bekas saus, sirup atau botol minuman teh bekas.
Botol dibersihkan kemudian disterilkan terlebih dahulu dengan cara direbus atau dikukus selama 4-5 jam.
Kompos gas.
Sterilisasi atau autoklaf.
Panggang atau wadah kukusan besar.
Aliran Udara Laminar.

Pembuatan Media Pemuliaan

Tahap selanjutnya dapat dilanjutkan dengan tahap pembuatan media pembibitan seperti metode budidaya jamur tiram florida. Langkah-langkah yang dapat Anda ikuti adalah sebagai berikut:

Pertama, rendam serbuk gergaji dalam air bersih dan steril selama satu jam.
Kemudian tiriskan, setelah itu campurkan serbuk gergaji, dedak, biji jagung dan jeruk nipis, lalu aduk hingga merata.
Tambahkan air secukupnya.
Lakukan tes kadar air dengan menguleni adonan.
Jika air keluar dari adonan, itu tandanya kandungan air terlalu banyak, sebaiknya tambahkan dedak.
Jika adonan masih mengepal, berarti airnya kurang, jadi tambahkan air secukupnya.
Jika adonan tidak mengepal dan tidak mengeluarkan air, itu tandanya kadar air sudah cukup.
Setelah itu barulah media dimasukkan ke dalam botol kaca.
Isi sampai garis di bawah mulut botol.
Tutup dengan dua lapis kertas lalu ikat dengan karet.
Kemudian dilanjutkan dengan langkah sterilisasi.
Anda juga bisa menggunakan autocalf atau panci masak.
Masukkan cawan kaca berisi media ke dalam sterilisator, kemudian sterilkan pada suhu 125 derajat dalam autoklaf selama satu jam, jika menggunakan sterilisator uap, waktunya ditambah menjadi 1 jam dan menjadi 2 jam.

Inokulasi Bibit Jamur

Tahap selanjutnya adalah inisiasi atau penanaman bibit ke dalam media seperti cara budidaya jamur merang pada media ampas kelapa sawit. Penanaman dilakukan di ruangan steril atau LAF (Laminar air flow). Jika tidak ada bisa menggunakan kotak kaca berukuran 1 x 1 meter kemudian diberi lubang untuk memasukkan tangan dan media kemudian juga diberi pendingin di dalamnya. Semprot dan bersihkan menggunakan alkohol 95/70%. Maka Anda bisa langsung melakukan langkah-langkah penanaman berikut ini.

Masukkan beberapa media tanam dan bibit ke dalam area tanam.
Sebelum menambahkan semprotan, gunakan alkohol 70% terlebih dahulu.
Pertama, sterilkan alat tanam yang akan digunakan seperti spatula dan pinset.
Baru kemudian masuk ke ruang tanam.
Nyalakan blower atau kipas dan biarkan selama satu jam.
Kenakan pakaian yang bersih dan selalu semprotkan tangan ke dalam dan keluar area penanaman.
Kemudian buka plastik pembungkus benih, ambil media tanam dan buka karet pengikat dan kertas.
Setelah itu, letakkan benih di permukaan media tanam secara merata.
Setelah itu tutup kembali botol menggunakan kertas baru dan gunakan karet gelang lagi.
Biasanya 1 botol bibit jamur tiram F0 jika dikembangbiakkan akan menghasilkan 35 botol bibit jamur F1.
Sedangkan 1 botol bibit F1 jika diturunkan akan menghasilkan 40 botol bibit jamur F2.
Setelah itu barulah benih jamur F2 hasil penanaman dimasukkan ke dalam ruang inkubasi.
Suhu ruangan yang ideal dipertahankan pada 26-29 derajat Celcius.
Umur 10 hari miselium akan tumbuh 10%.
Umur 25-30 miselium hati telah tumbuh sebanyak 100 persen.
Pada umur 30-40 hati jamur akan tumbuh, buang jamur dan bijinya masih bisa digunakan tetapi mengalami penurunan kualitas.
Setelah 40 hari benih sudah kadaluarsa dan tidak boleh digunakan.
Oleh karena itu tandai setiap botol dengan tanggal tanam.

Sumber :