Cek Update Listrik Padam Lewat Google Maps

Cek Update Listrik Padam Lewat Google Maps

Cek Update Listrik Padam Lewat Google Maps

Cek Update Listrik Padam Lewat Google Maps

Pulau Jawa

Akhir pekan lalu, tepatnya Minggu 4 Agustus 2019, sebagian besar wilayah di Pulau Jawa mengalami pemadaman listrik massal dengan lama waktu padam yang beragam.

Beberapa wilayah aliran listrik sudah normal kembali mulai Minggu malam. Namun ternyata masih ada beberapa wilayah yang aliran listriknya belum hidup. Untuk yang ingin memantau perkembangan terbaru mati listrik di Jawa, Google menyediakan cara mudah.

Cukup ketik kata kunci ‘mati listrik jawa’ atau ‘mati listrik pulau jawa’ pada laman depan pencarian Google. Setalah itu akan muncul berbagai berita terbaru mengenai kejadian mati listrik, termasuk update peringatan SOS di bagian atas pencarian.

Peringatan SOS

Peringatan SOS ini bisa dibagikan melalui link yang tersedia. Link atau tautant ersebut terhubunga dengan pencarian soal mati listrik kemarin. Anda bisa membagikannya ke kerabat melalui WhatsApp, Facebook, Instagram dan Twitter.

Jika di tarik sedikit ke bawah, akan terliat peta dari Google Maps wilayah terdampak matinya listrik kemarin. Di peta tersebut terdapat ikon bulatan merah yang disertai tanda seru, simbol yang menunjukan daerah yang terdampak. Daerah yang berlabel yakni Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat.

Platform Google Maps

Saat ikon itu di klik akan muncul informasi soal mati listrik dengan judul ‘Jawa Power Outage” yang disertai informasi soal kejadian tersebut.

Pada platform Google Maps tersedia juga fitur ‘see latest update’ yang menyediakan informasi terkini dari kabar mati listrik di Pulau Jawa.

Baca Juga :

Listrik Bisa Jadi Pelajaran Bagi Perusahaan IT

Listrik Bisa Jadi Pelajaran Bagi Perusahaan IT

Listrik Bisa Jadi Pelajaran Bagi Perusahaan IT

Listrik Bisa Jadi Pelajaran Bagi Perusahaan IT

Matinya jaringan listrik

Obatsipilisampuh.id – Matinya jaringan listrik yang melanda sebagian pulau Jawa pada Minggu siang kemarin (4/8/2019), rupanya menjadi momen uji sistem bagi perusahaan IT seperti komputasi awan atau cloud computing.

Country Manager Cloud and Solution IBM Indonesia

Lianna Susanto mengatakan selama jangka waktu matinya jaringan listrik itu menjadi blessing space bagi perusahaan.

“Kejadian PLN kemarin bisa jadi stress test bagi kami dan temen-temen lainnya,” katanya di Jakarta, Senin (5/8/2019).

Stress test yang dimaksud adalah waktu yang bisa digunakan untuk pemeliharaan data center seperti jaringan dan listrik. Cara tersebut bisa menjadi cara mengetahui apakah ada masalah pada perusahaan cloud computing.

“Nah saat stress test ini bisa dilihat oh ini nih punya bolong dimana, ada kurang apa, jadi bisa dilihat kurangnya apa,” imbuhnya.

Dengan kejadian mati listrik kemarin, kata Lianna, bisa dijadikan pelajaran untuk perusahaan cloud computing untuk bisa memperhatikan semua aspek dalam layanan. Terutama sistem memiliki daya tahan yang tinggi.

“Jadi kita enterprise itu harus makesure bener-bener sistem kita high durability,” imbuhnya.

Baca Juga :

Pemerintah Siap Berdayakan UMKM

Pemerintah Siap Berdayakan UMKM

Pemerintah Siap Berdayakan UMKM

Pemerintah Siap Berdayakan UMKM

Program UMKM Go Online

Obatsipilisampuh.id – Pemerintah meningkatkan jangkauan Program UMKM Go Online dengan melibatkan pemilik platform jualan online. Melalui program ini, pemerintah ingin memastikan, jutaan UMKM mendapatkan akses dan fasilitas dalam memanfaatkan teknologi digital.

Dirjen Aplikasi Iformatika

Dirjen Aplikasi Iformatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan, program UMKM Go Online Ini, sebagai pemerataan akses pasar melalui digital untuk meningkatkan ekonomi kerakyatan.

“Melalui program ini, UMKM kini memiliki dua kios, satu kios ada di pasar sebagai tempat berjualan sehari-hari, satu lagi kios yang berada di dunia maya,” kata Semuel di acara Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Fasilitasi UMKM Go Online dengan Shopee, di Jakarta, Senin (1/7/2019).

Menurut Dirjen Semuel, melalui dua jenis kios tersebut, peluang UMKM semakin besar dalam mengembangkan bisnisnya. Lebih dari itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia semakin lebih baik.

Selain itu, lanjut Semuel, pengembangan bisnis berbasis online tentunya lebih mudah, cepat, efektif dan efisien. 

“Proses ini memerlukan kerjasama antar pemerintah, market place dan e-wallet seperti Shopee, tujuan kita untuk sama-sama membina dan membantu para UMKM Indonesia berbisnis online,” tuturnya.

Apresiasi Shopee

Direktur Shopee Indonesia Handika Jahja menilai, perkembangan internet dan pertumbuhan e-commerce, membuat Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pusat ekonomi terbesar di dunia.

Potensi tersebut seiring dengan upaya pemerintah yang terus fokus membangun infrsturktur telekomunikasi. Sehingga, hal ini perlu diakselerasikan dengan pertumbuhan ekonomi digital.

“Perkembangan internet dan perkembangan e-commerce ini masih banyak sekali potensi untuk berkembang. Jadi, dengan pertumbuhan yang sangat pesat ini, kami ikut berkomitmen untuk memajukan ekonomi digital ini,” kata Handika di acara Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Fasilitasi UMKM Go Online dengan Shopee, Jakarta, Senin (1/7/2019).

Melihat potensi tersebut, Handika meyakini Shoppe dan Kementerian Kominfo dalam hal ini, memiliki visi dan misi yang sama. Olehnya itu, Shopee juga menjadi salah satu platform yang bekerjasama sama dalam program UMKM Go Online ini.

“Acara hari ini diwujudkan dari kesamaan visi dan misi, tentunya dari Shopee Indonesia, dan juga Kominfo untuk memajukan ekonomi digital. Khususnya untuk UMKM di seluruh Indonesia,” ujarnya

Menurut Handika, Shopee menyadari pertumbuhan ekonomi, bisnis dan digital di Indonesia, terutama dari perusahaan kecil dan menengah, akan menjadi sangat kuat dan stabil untuk memajukan ekonomi di negara ini.

Oleh karena itu, Shopee yang telah memiliki pengguna dan penjual di seluruh kota dan kabupaten di Indonesia ini, senantiasa mendukung program-program pemerintah untuk memajukan ekonomi yang lebih baik.

“Kami di Shopee akan terus mendukung perkembangan ini, dan dimulai dengan beberapa program kami, salah satunya adalah UMKM Go Online,” pungkasnya.

Baca Juga :

Zonasi untuk Pemerataan Kualitas Pendidikan Anak Bangsa

Zonasi untuk Pemerataan Kualitas Pendidikan Anak Bangsa

Zonasi untuk Pemerataan Kualitas Pendidikan Anak Bangsa

Zonasi untuk Pemerataan Kualitas Pendidikan Anak Bangsa

Zonasi Sekolah

Obatsipilisampuh.id – Kebijakan Zonasi Sekolah merupakan program pemerintah di bidang pendidikan yang bertujuan untuk pemerataan kualitas pendidikan anak bangsa, sesuai dengan amanat konstitusi UUD 1945, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa.

Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika

Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika Rosarita Niken Widiastuti saat membuka Diskusi Media Forum Merdeka Barat 9 (Dismed FMB’9) yang mengangkat tema “Di Balik Kebijakan Zonasi” di Aula Serba Guna Kementerian Kominfo, Jakarta, Senin (1/7/2019).

“FMB’9 ini merupakan program Kemkominfo untuk menyampaikan program dan kebijakan pemerintah yang sedang hangat di masyarakat. Saat ini, masalah zonasi sekolah ini sudah menjadi perbincangan di tengah-tengah masyarakat,” jelas Niken.

Sekjen Kemkominfo

Sekjen Kemkominfo Niken Widiastuti menjelaskan, program zonasi ini merupakan pengembangan dari program rayonisasi sekolah yang sudah berlangsung sejak lama.

“Selain meningkatkan kualitas pendidikan, salah satu tujuan dari zonasi ini adalah agar jarak tempuh peserta didik dari tempat tinggalnya ke sekolah tidak terlalu jauh,” ulas Niken.

Dari kebijakan baru di zonasi ini, lanjut Sekjen Kemkominfo, sudah tentu ada hal-hal baru menuju ke arah perbaikan dibanding kebijakan sebelumnya. “Sehingga, memang dibutuhkan sosialisasi yang maksimal oleh pemerintah terkait langkah-langkah yang dilakukan dalam program zonasi ini,” pungkas Niken.

Perlu Dukungan Semua Pihak

Penerapan kebijakan zonasi memerlukan kolaborasi seluruh pihak terkait dalam pelaksanaan sistem zonasi yang maksimal demi mencapai pemerataan kualitas pendidikan di tanah air. Itulah sebabnya, segera diterbitkan peraturan presiden (perpres) untuk mendukung pelaksanaan sistem zonasi pendidikan.
Sebagaimana disampaikan Staf Ahli Bidang Regulasi Pendidikan dan Kebudayaan Chatarina Muliana Girsang, perpres itu juga akan melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga lainnya. Yakni, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Agama, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Kementerian PUPR, Kementerian Keuangan, Bappenas, KemenpanRB.

Dalam perbantuan integrasi mendukung sistem zonasi itu, Chatarina menyebutkan, Kementerian Dalam Negeri akan mengkoordinasikan kepala daerah dalam menyusun kebijakan pendidikan. Kemudian, sambung dia, Kementerian Agama memastikan satuan pendidikan forml dan nonforma yang berada di bawah kewenangannya diikutkan dalam zonasi pendidikan.

“Kemenristekdikti menyingkronkan lembaga pendidikan-tenaga kependidikan sesuai dengan kebutuhan guru nasional,” tuturnya.

Lalu, kata dia, KemenPUPR berperan dalam pembangunan infrastruktur pendidikan berbasis zonasi. Kemenkeu, menyediakan anggaran dalam pelaksanaan zonasi pendidikan. Sedangkan Bappenas, tambah dia, menyusun perencanaan tata ruang wilayah terkait bidan pendidikan sesuai zonasi pendidikan.

“Dan Kementerian PANRB melakukan pengendalian atas formasi guru,” tuturnya.

Manfaat Zonasi Pendidikan

Dingatkan pula oleh Chatarina, sistem zonasi pendidikan memiliki sejumlah manfaat. Yakni, mendektkan anak dengan sekolah sehingga mendukung program penguatan pendidikan karaker, sesuai yang diamanatkan Perpres 87/2017 tentang optimalisasi tri pusat pendidikan dalam tata kelola pendidikan.

“Kemudian menghilangkan label sekolah favorit dan unggulan, dan menjadikan konisi sekolah menjadi lebih heterogen,” paparnya.

Lalu, Chatarina juga menegaskan, melalui zonasi juga bisa ditemukan lebih dini anak putus sekolah. Dimana kemudian didorong agar bisa kembali bersekolah, demi terwujudnya wajib belajar 12 tahun.

“Dan yang terakhir, pemanfaatan sistem zonasi adalah mendukung pemenuhan SPM oleh pemda,” tuturnya.

Hadir sebagai narasumber kali ini, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Hubungan Antar Lembaga Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Hari Nurcahya Murni, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Ketifah Sjaefudian, dan Anggota Ombudsman RI Ahmad Su’adi.

Baca Juga :

Ajak Kaum Perempuan Manfaatkan Gadget untuk Go Online

Ajak Kaum Perempuan Manfaatkan Gadget untuk Go Online

Ajak Kaum Perempuan Manfaatkan Gadget untuk Go Online

Ajak Kaum Perempuan Manfaatkan Gadget untuk Go Online

Gadget atau handphone

Obatsipilisampuh.id – Gadget atau handphone tidak hanya dijadikan sebagai alat untuk bermedia sosial semata. Lebih dari itu, banyak cara dan inovasi-inovasi baru untuk memanfaatkannya di era digital saat ini.

Dalam populasi penduduk, gadget sangat berpengaruh dalam memberikan nilai ekonomi yang lebih besar.

Hal ini disebabkan karena peningkatan jumlah pengguna gadget yang semakin banyak. Sehingga, setiap orang dengan mudah memasarkan produknya melalui online.

Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Kemaritiman

Demikian disampaikan Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Kemaritiman, Direktorat Informasi dan Komunikasi Publik (Ditjen IKP), Kementerian Kominfo, Septriana Tangkary dalam acara Pojok Pintar Sisternet di Press Room Kominfo, Kamis (4/7/2019). 

Dalam kesempatan tersebut

Septriana mengajak para Sisternet dan perempuan Indonesia tentang pentingnya pemanfaatan UKM Perempuan (UKMP) Go Online. Melalui berbagai aplikasi di gadget, UKM Perempuan Go Online mampu memberikan nilai tambah dalam perekonomian.

“Saya mengajak supaya teman-teman memanfaatkan gadget bukan hanya digunakan untuk bermedia sosial dengan grup WA. Tapi, bagaimana bisa memberikan kontribusi yang cukup besar, memberikan nilai ekonomi untuk kita maupun keluarga, dan untuk Indonesia,” kata Septirana. 

Septriana, juga bisa melalui UKM Perempuan Go Online

Salah satu cara memanfaatkan gadget menurut Septriana, juga bisa melalui UKM Perempuan Go Online. Belum lagi, penggunaan gadget di Indonesia sangat tinggi, yakni dari jumlah penduduk di Indonesia, lebih dari 50 persen diantaranya aktif menggunakan alat komunikasi tersebut. 

‘Yaa, kita tau bahwa jumlah penduduk Indonesia mencapai 260 juta jiwa, dan sangat tinggi sekali dengan perkembangan pengguna internet kita. Pengguna internet saat ini yaitu 171 juta jiwa. Artinya, sudah melebihi daripada setengah penduduk Indonesia, dan kita cukup bangga,” imbuhnya

Lanjut Septriana, perempuan Indonesia juga harus mengembangkan kreatifitas dan inovasi dalam bidang ekonomi. 

” Pemerintah juga senantiasa meningkatkan nilai tambah ekonomi melalui pembangunan infrastruktur telekomunikasi,” pungkasnya.